2017

6

Jalan-jalan ke Candi Gedong Songo dan Susan Spa

Posted on Sunday, October 1, 2017



Liburan ke Semarang kemarin, saya gak mau cuma ke situ-situ aja. Masak iya tiap kali ke semarang mainnya cuma di dalam kota aja, apalagi liburan kali ini cukup lama, 5 hari! Jadilah saya request ke suami untuk pergi keluar kota, pilihannya bisa ke Ungaran / Bandungan / Salatiga.

Idenya cukup banyak. Mulai dari ke Kopeng Tree Top, Umbul Sidomukti, Candi Gedong Songo, Cimory (buat anak-anak biar bisa lihat sapi, tapi tahun lalu sudah pernah), naik kereta uap lihat Rawa Pening, sampai makan di Mang Engking yang pelihara macan. Ide nya banyak, tapi waktunya cuma satu hari…

Akhirnya kami (saya) memutuskan untuk ke Candi Gedong Songo aja. Kenapa? Soalnya saya udah kepengen setelah baca postingan T3ph yang ini… (eh, malah beneran ketemu loh sama si Steph di mall secara gak sengaja =D).

Kita berangkat rame-rame sama 3 teman kuliah saya + 1 anaknya + susnya + rombongan kami sendiri yang terdiri dari saya, suami, Grace, Theo, dan sus. Ber-10 tumplek-plek semua dalam satu mobil innova. Sempit gak? Lumayan deh hahaha.. (Opsi bawa 2 mobil sih ada, tapi kan gak seru yah kalo pisah-pisah).

Candi Gedong Songo itu lokasinya agak keluar sedikit dari kota Semarang, kira-kira 1 jam, searah dengan Bandungan. 

Sebelum sampe kita makan siang dulu di Mang Engking. Mang Engking itu restoran seafood yang suasananya mirip-mirip sama Telaga Sampireun. Uniknya sih karena mereka pelihara 2 ekor macan. Kasihan sih sebenernya si macan dikandangin terus begitu… (ya kali sore-sore diajak jalan-jalan keliling kompleks).

Dengan teganya nyuruh suami muter ke sebrang buat potoin kita-kita di saung. Nasib jadi cowo sendirian diantara cewe-cewe narsis hahaha
Foto close up. Tuh kan cewe semua... (Theo blom di itung)

Si eneng kesenengan kasih makan ikan sampe akhirnya mangkoknya jatuh dan anaknya langsung mewek karena sebelumnya saya “ancam” supaya pegang mangkoknya yang bener. Kalo jatoh nanti Grace disuruh berenang ambil *evil mode on*. Ya abis anaknya pecicilan gak bisa diem, padahal lagi makan…

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi (makanya disebut songo.. yang dalam Bahasa jawa artinya Sembilan).

Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).

Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda.

source: wikipedia

Candi pertama. Yang paling deket sama pintu masuk

Tarif masuknya cukup 8 ribu aja per orang. Anak di bawah 5 tahun gratis =D.

Di sana, daerahnya berbukit-bukit, jadi antara candi 1 ke candi 2 itu harus nanjak. Saya, dari bawah jalan ke Candi 1 aja ngos-ngosan.. boro-boro mau ke candi berikutnya. Lol

Untungnya, disana ada opsi naik kuda. Naik kudanya dari bawah ke candi paling atas dulu, baru turun ke Candi 1 di paling bawah. Jadi kebalikan sama jalur pejalan kaki.

Tarif naik kudanya sudah fixed sesuai price list yang ada. Enak sih, jadi gak perlu tawar-tawaran. Eh tapi hati-hati ya, ada term and conditionnya loh. Harga yang tercantum hanya untuk durasi satu jam. Kelebihannya akan ada extra charge. Pas ditanya extra chargenya berapa, mereka gak ada yang kasih jawaban. Katanya tergantung berapa lama waktu kelebihannya. 

Penasaran kan Wisman apaan? Wisman itu ternyata buat orang asing! Bikin saya mikir aja wisman tuh singkatan apa toh? WISAtawan Antar Negara? hahaha

Hore akhirnya Grace berani naik kuda juga =D. Ini premiernya Grace naik kuda loh. Setahun yang lalu di Puncak sama sekali gak berani naik kuda. Good job girl.

Perjalanan menuju puncak. Seneng deh lihat pohon pinus begini. Jadi inget pelm Twilight (trus liat ke atas pohon, kali-kali ada bang Cullen lagi nemplok)

Pemberhentian pertama di tempat candi yang paling tinggi.

Pemandangan di atas buaguuuuuuuuuusssssss pake BANGET. Pemandandangan candi dengan latar belakang perbukitan.

Perjalanan menuju candi ke 9
Katanya candi ke 9, Tapi kok tulisannya 4? Kata bapak tukang kudanya, itu candi kelompok 4. *manggut-manggut*

Candinya banyak yang udah runtuh. Entah apa dulunya tumpukan batu di sekitar candi. Gak ada penjelasan atau guidenya.

Candi ini lokasinya ada di paling atas. Jadi bisa lihat hamparan hutan pinus dan candi lainnya yang letaknya lebih rendah. Pemandangannya gak kalah sama Canada kan? =D
Pose dulu sama si neng kecil

Baru pose ala-ala sama neng-neng gede =D

Candinya sih kecil-kecil, dalemnya juga sempit banget, paling cuma muat 1 orang kalo duduk (siapa tau mau bertapa kan yah :P). Di sebagian candi, di dalamnya terdapat sesajen. Sebagian lagi kosong, malah banyak graffiti. Sebel banget liatnya. Plis deh guys, ini peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya lohhh. Mbok ya di eman-eman, dipelihara dengan baik. Masa malah di tulis-tulis "mawar was here". Cape dehhhhhhh

Selesai misuh-misuh dan poto-poto, tanpa makan waktu lama saya langsung naik kuda lagi mau ke candi berikutnya. Pikiran saya, kan candinya masih banyak, masih ada 6 candi lagi. Sedangkan kita cuma dikasih waktu satu jam. Apa cukup tuh?

Ternyata pikiran saya salah sodara sodari.

Dikira mah bakalan stop di semua candi yah. Gak tau nya, gak stop-stop lagi sampe balik ke candi 1! Ya pantes lah satu jam cukuppppp. Tau gitu mah tadi santai-santai dulu di atas -_-".

(Sebenernya kalau mau stop sih bisa aja request. Tapi gak ada undakan buat naik ke kudanya lagi. Saya takut gak bisa balik ke punggung kuda lagi haha *cupu*).

Pemandangan candi selanjutnya, diambil dari atas kuda yang lagi jalan. Pengen deh bengong agak lamaan disitu. Psstt.. Grace sempet merosot dikit gara-gara saya sibuk pegang kamera, anaknya malah lupa, gak dipegangin :P
Setelah sampe bawah, kita balik ke Candi 1 yang terdekat buat foto-foto lagi. Ya maklum, belom puas foto-fotonya karena di atas tadi baru sedikit.
Pulang dari candi, rencananya mau ke Pondok Kopi untuk afternoon snack di Umbul Sidomukti. Eeh, setengah jalan, gak taunya jalanan di tutup karena ada ogoh-ogoh (pas hari sebelumnya adalah tanggal satu suro). Karena gak tau jalan lain dan sudah agak sore, kita batalkan deh rencana ke Umbul. Kami ganti haluan ke Susan Spa.

Susan Spa


Ada kapel kayak di Bali. Keren yahh
Susan Spa itu sebenernya penginapan / resort dan tempat spa. Tapi karena bagus dan instagramable, jadi banyak orang yang kesana buat foto-foto doang. Untuk foto-foto dikenakan tarif 30 ribu, yang bisa ditukar dengan makanan/minuman apa saja di cafenya.

Menurut saya, kalau gak nginep, disana sebenarnya gak ada yang spesial banget sih. Cuma lihat kapel, burung merak, dan rumput ijo2 hahaha. Eh dari sini bisa lihat Rawa Pening juga loh. Tapi kemarin gak jelas karena tertutup kabut. Yang pasti anak-anak seneng, karena bisa lari-lari dan udaranya sejuk.

Nendangin ayam

Burung-burung yang ada di sana.
Kok miring? hayo siapa yang motoin coba? 
Kalo ada rejeki pengen ajak sekeluarga besar nginep di sini. Pasti happy deh. Apalagi ada kolam air hangatnya. Suasana dingin, berenang di air anget.. trus udahannya makan mie instant rebus pake telor setengah mateng.. hm, endeeus.

.

NB. Next trip pengen ke kopeng tree top nih. Mungkin lebih worth it beberapa tahun lagi sih, ketika anak-anak sudah bisa diajak manjat pohon. Tapi jangan kelamaan juga, takutnya saya yang keburu ciut nyalinya hahaha. Ada yang mau ikutan? 

9

Currently

Posted on Monday, September 18, 2017

Reading
None. I don’t think I have time (and energy) to read anymore. 

Writing
Packing list for Semarang trip.

Listening
Trolls soundtrack. Over and over again. I mean. Please. Make it stop, kids. 

Thinking
First love. #eaaaaaa. Relax, it doesn’t mean anything. Just a glitch of the past due to this post. Maybe I should write a post dedicated to this *smirk

Smelling
Johnsons’ baby bed time lotion.

Wishing
to survive 6 hours train journey with the kids tomorrow.

Hoping
not receive any negative comment(s) about my kids.

Wearing
Flowery shirt mom got me from Korea, which is actually a little bit tight on the you-know-what.

Loving
Baking! Can’t believe I would every say it. But ever since I tried to make cupcake for Theo’s birthday, which failed terribly by the way, I started to find joy in baking. I love the messiness of the flour, the egg-shaking ‘till it foamy, and the best of all.. the smell! I never like making dishes. I think it just wasting my time and energy. I mean, why would you spend hours in the kitchen for something you can buy? Especially with go-food nowadays. But it just different with baking… I think it’s stress-release therapy kinda thing.

Wanting
More time with my long-lost-friends. Without being a smug, but really, it seems like I don’t have time to catch up with my school friends. Weekend always full with family, and I feel bad to leave them after 5 days being away (I left before the kids woke up, and got home when they are ready to bed). I think that what life is after kids, anyway. Anybody feel the same way?

Abis nulis yang di atas trus baca ini:

"Motherhood makes us missed out a lot of things out there. The things we used to do. The things we used to love. But I’m happy with my choice of being a mother. I am content." (source)

tetibaan jadi mellow...

Needing
Oven gloves! Quick reflex without oven gloves is necessarily unnecessary. Hurt my finger after millisecond contact with oven tray. Damn. (in Gordon Ramsey tone).

Feeling
Pengen boker.

Clicking
Equipment datasheets -_-" (office stuff)

Note: this post is inspired from this blog.