8

Currently

Posted on Monday, September 18, 2017

Reading
None. I don’t think I have time (and energy) to read anymore. 

Writing
Packing list for Semarang trip.

Listening
Trolls soundtrack. Over and over again. I mean. Please. Make it stop, kids. 

Thinking
First love. #eaaaaaa. Relax, it doesn’t mean anything. Just a glitch of the past due to this post. Maybe I should write a post dedicated to this *smirk

Smelling
Johnsons’ baby bed time lotion.

Wishing
to survive 6 hours train journey with the kids tomorrow.

Hoping
not receive any negative comment(s) about my kids.

Wearing
Flowery shirt mom got me from Korea, which is actually a little bit tight on the you-know-what.

Loving
Baking! Can’t believe I would every say it. But ever since I tried to make cupcake for Theo’s birthday, which failed terribly by the way, I started to find joy in baking. I love the messiness of the flour, the egg-shaking ‘till it foamy, and the best of all.. the smell! I never like making dishes. I think it just wasting my time and energy. I mean, why would you spend hours in the kitchen for something you can buy? Especially with go-food nowadays. But it just different with baking… I think it’s stress-release therapy kinda thing.

Wanting
More time with my long-lost-friends. Without being a smug, but really, it seems like I don’t have time to catch up with my school friends. Weekend always full with family, and I feel bad to leave them after 5 days being away (I left before the kids woke up, and got home when they are ready to bed). I think that what life is after kids, anyway. Anybody feel the same way?

Abis nulis yang di atas trus baca ini:

"Motherhood makes us missed out a lot of things out there. The things we used to do. The things we used to love. But I’m happy with my choice of being a mother. I am content." (source)

tetibaan jadi mellow...

Needing
Oven gloves! Quick reflex without oven gloves is necessarily unnecessary. Hurt my finger after millisecond contact with oven tray. Damn. (in Gordon Ramsey tone).

Feeling
Pengen boker.

Clicking
Equipment datasheets -_-" (office stuff)

Note: this post is inspired from this blog.

8

Theo 1st Birthday

Posted on Wednesday, September 6, 2017

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ulang tahun Theo kali ini sudah saya pikirkan dan mulai siapkan sejak 3 bulan sebelum hari H. Lama yaa haha...

Yuk, yuk, kita intip persiapan dan pestanya...

Preparation + Vendor review

Lokasi

Dari pertama, saya langsung memutuskan untuk di restoran fast food aja. 

Alasan pertama, saya pengen perayaannya meriah dan ada acaranya, yang berarti harus ada MC nya. Kalau di restoran biasa kan harus cari MC dari luar, rempong lah yaa.

Alasan kedua, budget :p. List undangan saya kira-kira sama dengan ulang tahun pertama Grace dulu, yang berarti sekitar 50 orangan. Kalau di restoran yang non-fast food... bisa-bisa over budget di menu makanan doang.

Alasan ketiga, gak ribet. Restoran fast food itu pasti pelayanannya cepat (namanya juga fast food yah). Jadi gak ada cerita menu pesenan si A gak keluar-keluar etc etc yang takutnya jadi omongan orang-orang nyinyir :p

Tapi, walaupun fast food, saya gak mau makanannya terlalu "jelek" buat anak-anak. Sempet mikir pengen di bakmi itu, tapi ternyata yang di Puri mall tempatnya sempit. Yang di TA ternyata full book buat bulan Agustus (tuh kan, 3 bulan di muka aja udah penuh lohhhh).

Nah, kebetulan, tahun lalu saya di undang ke pesta ulang tahun sodara saya di Platinum TA. Dari situ saya langsung fall in in loph sama tempatnya yang luas dan makanannya menurut saya cukup enak. Pas cek lokasi, tanggal yang kami mau juga masih kosong untuk jam siang dan sore. So, langsung deh kami DP-in dan pilih jam yang siang.

Lokasinya adalah di Gokana / Platinum Mall Taman Anggrek.

I highly recommended this place. Makanannya enak (bisa milih 6 menu dari semua menu yang ada di Gokana dan Platinum), tempatnya private untuk pesta dan luas banget bisa menampung sampai 100 orang. MC nya juga Oke, baik, komunikatif, dan yang penting... gak garing hahaha.

Pelayanannya juga memuaskan. Makanan datangnya cepat dan gak kedengeran ada komplein sih dari tamu saya :)

tinjau lokasi sehari sebelum acara

tinjau lokasi sehari sebelum acara
Ada yang merasa kalau gambar cewek nya super annoying?
Tempat goodie bag
Birthday cake

Ini yang selalu bikin saya mantengin IG setiap hari sampe saya gak sadar kalau quota saya jebol T_T. Saya harus membayar 400 ribu lebih gara-gara paket internet bulanan saya, 2 Gb, habis. Saya gak sadar dan sadarnya setelah lewat sehari. Baru sehari lohhhhh, dan sudah melonjak jadi 400 ribu aja donggggggg. Untung ya gak sadarnya setelah seminggu, bisa nangis bombay saya..

Back to laptop. Birthday cake ini bikin saya galau, karena saya gak pernah pesen kue full fondant sebelumnya. Di IG banyak banget pilihannya, dari yang bagus buanget tapi mahal pesenan para artis, sampe yang murah juga ada tapi kualitas tidak terjamin. Saya sempet kepoin IG ibu-ibu blogger juga yang barusan ngerayain ultah anak nya, dan tanya-tanya juga (peace ya buibukk). Tapi dari semua yang saya kepoin, akhirnya pilihan jatuh ke rekomendasinya Dea, yaitu di @momscakecookies.

Saya pesan 2 minggu sebelum hari H. Katanya seminggu harus DP dan 3 hari sebelum harus lunas. Nyatanya, seminggu lewat dan belum di tagih. Sebagai customer teladan, saya tetep dong transfer DP nya. Terus udah 3 hari sebelum hari H juga sama sekali gak ditagih. Saya sampe sempet ragu.. ini orang serius gak sihhhhhh, kok gak nagih, takutnya lupaaaaa, hahaha. Dan again, sebagai customer baik hati, saya ingetin sekaligus transfer pelunasannya :P. 

Hari H nya pun gak ada info apakah kuenya udah dikirim atau belum. Bikin saya senewen juga karena WA saya gak di bales. Saya telepon juga gak diangkat. Tapi ternyata, setelah saya sampai di lokasi, itu kue udah bertengger cantik donggg sejak jam 9 pagi. Phewwwwwhh legaaaaaaaaaaa.

Hasilnya cakeeeeeeeep banget. Cuma sedikit doang sih yang saya sayangkan, gambar baby boy nya ketutupan sama bunny! huhuhu... Jadi kalo foto angle nya harus dari pinggir atas supaya kelihatan bagus hahaha. 

Dari segi rasa, saya pesen isi lapis surabaya, dan enak. Mertua saya yang picky soal kue lapis juga bilang enak :)

tampak depan

fotonya harus begini...

Birthday Theme and Design

Kalau beginian emang beneran harus dari ahlinya. Saya mana bisaaaaaa bikin design-design-an... Tema saya pokoknya "Theo naik mobil merah". Kenapa? simple sih, si Theo suka warna merah dan suka naik mobil (tiap naik mobil maunya duduk di kursi supir cobaaaaaaa).

Hasilnya? beyond expectation!!!!! Super loveeeeee ittttttttttt. Makasih mama Epiiiiiiiii :D


Dessert Table

Menurut saya, dessert table itu harus simple dan gak mengambil spotlightnya si bocah yang ulang tahun. Most of the time, saya ketemu tipe dessert table yang pernak perniknya buanyak banget, terus tinggi-tinggi sampai nutupin orang yang di foto. Well, gak nutupin semuanya sih, tapi gak lucu juga sih kalo yang kelihatan hanya leher keatas. Percuma dong ya bok, udah beli baju baru tapi di foto gak kelihatan, haha.

Tadinya saya pikir mau bikin dessert table sendiri. Tapi makin kesini kok saya makin sadar kalau saya sama sekali gak ada jiwa seni. Gunting kertas aja gak bisa lurus :p. Jadi, daripada malu-maluin, mending saya pasrahkan saja dessert tablenya sama ahlinya hehe. 

Dessert table Theo isinya kebanyakan permen, coklat, dan cookies. Jadi setelah pesta selesai, semua anak dibagikan kantong yang mana mereka bisa ambil semua yang ada di table tersebut untuk dibawa pulang. Menurut saya, ini lebih menarik sih, dari pada dessert table yang isinya kue basah macam cupcakes, pudding, dan cake pop. Karena ternyata, anak-anak lebih tertarik sama coklat dan permen :D Anak-anak juga kelihatan happy banget berebutan coklat di akhir acara hahaha...

Dessert table ini dari @yoshi.moshi.hampers

Yang punya adalah sodara saya. Orangnya cantik, baik hati, dan tidak sombong. Saya kasih budget sekian dan hasilnya perfect! I love it to the moon and back! Thanks ci Yosi... :)

Oh ya, di restoran yang saya pilih, ada rekanan dessert table. Kalau pakai vendor di luar itu saya harus membayar 200 ribu (huh!), kecuali kalau bikin sendiri. Karena yang bikin dessert table adalah sodara saya, jadi saya gak kena charge deh :)

sama ci Yosii...




Goodie Bag

Goodie bag kali ini saya gak pesan yang udah jadi, tapi memang mau saya bikin sendiri. Saya cuma pesan isinya yaitu piring, sendok, dan garpu. Selebihnya kayak snack dan kotak pensil saya beli sendiri. 

Piring, sendok, dan garpunya saya pesan di @Polkadotgift.

Vendornya memang jauh di Semarang, tapi dibadingkan dengan vendor yang ada di Jakarta, harganya lumayan miring. Ownernya juga komunikatif, kalau di WA balesnya cepat (penting!).

Sama kayak kue, vendor ini juga gak nagih-nagih hahaha. Sampe barangnya sampai baru saya bayar pelunasannya :p.

Hasil cetakannya juga rapih :)

Untung waktu pesan piring saya lebihkan 5 dari perhitungan, karena ternyata goodie bag yang saya bikin gak cukup >_<". Salah saya sih, saya cuma hitung anak-anaknya doang, gak kepikiran kalo orang-orang gedenya juga demen dan pada ngambil hahaha.

Jadilah beberapa goodie bag susulan jadi gak seragam dengan yang lain.. Maap-maap deh yaa.. next time harus saya hitung lebih teliti :P

Isi goodie bag utama. Yang susulan, ada yang gak ada kotak pensilnya, ada yang gak ada piringnya. Yang gak kebagian piring saya tukar dengan botol minum dan tambahan snack :p

Magnet Kulkas

Saya kecewaaaaa sama vendor ini. Entah karena miss-comm atau gimana, tapi ukurannya gak sesuai sama yang saya minta. Saya order 8 cm, jadinya cuma 5 cm-an. Pas saya tanya, jawabannya enteng banget "harga segitu memang untuk ukuran segitu". 

Lah...

Kan saya mintanya 8 cm... kenapa ente kasih harga yang 5 cm, bang????

Sayang loh, padahal warna dan hasil cetakannya bagus. Coba gedean.......

Karena not recommended, saya gak publish ya nama vendornya. Kalau ada yang mau tau boleh PM saya langsung. Sebenernya ok sih hasilnya, cuma pastikan saja ukurannya sesuai dengan harga yang dikasih! 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

The Party

Saya memilih pesta hari Sabtu, dengan pertimbangan kalau hari Minggu pasti banyak yang ke Gereja dan males karena seninnya harus sekolah dan kerja. Terus saya memilih jam yang siang, yaitu jam 11-2, dengan pertimbangan kalau sore, pasti Theo-nya ngantuk.

Saya berangkat duluan sama Tomo karena mau membantu sodara saya menyiapkan dessert table. Sedangkan the birthday boy dan cici Grace saya titipkan ke mama papa saya. Mereka datang tepat jam 11, sehingga Theo sempat bobok siang dulu di rumah. 

Theo ini baiiiiiiiiiik banget anaknya. Kalau biasa anak lain jadi rewel dan nangis karena jadi pusat perhatian + kurang bobok siang, kalau Theo ngga. Dia diem aja nemplok sama saya. Nangisnya cuma kalau di gendong kelamaan sama orang yang dia gak kenal. Tapi efeknya, sepanjang pesta kita semua gak ada yang berhasil bikin Theo ketawa huhuhu.... pas di foto tampangnya default. bengong. Beda 180 derajat sama sifat cici nya yang super ekspresif.

Disini saya juga senang sama sifatnya Grace yang berbeda dengan sifat pemalunya yang pernah saya ceritakan jaman dahulu kala (kesannya udah lama banget). Selama di pesta, Grace selalu jauh sama saya, kecuali pas foto. Selebihnya, dia mau bergaul sama teman-teman sepantarannya. Disapa sama sodara yang dia gak kenal pun gak nangis, sudah bisa jawab, dan senyum! I'm so happy!

Saya merasakan sifatnya Grace jadi berani sejak saya ikutkan kelas sekolah minggu dan les balet. Disana dia ketemu banyak orang baru. Di sekolah minggu malah setiap kali ada pertanyaan dia mau jawab. Walaupun hadiahnya sepele macam sticker atau permen, tapi dia bangga kalau bisa jawab. Saya juga bangga, bukan karena bisa jawabnya, tapi karena dia berani :) Good job, big sis!

Back to Theo's party.

Saya rasa gak banyak lagi yang bisa saya ceritakan. Yang pasti, pestanya sesuai dengan harapan. Makanan juga enak dan tamunya gak menunggu lama (penting). MC nya lucu, anak-anak juga kelihatan happy.

Sampe di rumah, anak-anak bobok siang, terus langsung heboh buka kado. Yang heboh cici nya sih hahaha. 

Coba tebak kadonya Theo apaaaaaaa.......

Mobil-mobilan semuaaaaaa hahahahahaa.....

*mamanya seneng karena gak perlu beliin mainan setahun*

Selamat ulang tahun anak ku. Semoga engkau bisa tumbuh besar menjadi anak yang takut Tuhan, baik, dan sehat selalu.

Kiss kiss. (ps. kata sepupu saya tampang Grace disini jealous banget hahahaa)
Grace berani tampil. Lagi nyanyi ceritanya, walaupun pake suara semut, alias kecil banget volumenyaa

Dance.. dance.. dance...

Extra 

Karena ulang tahun Theo sama persis dengan hari ulang tahun pernikahan papa dan mama saya, jadi di sela-sela acara saya kasih surprise kue buat mereka.

Kue nya pesan dri @fab_bakes yang kebetulan tetangga seberang saya. Buat yang nyari kue-kue tipe naked cake begini, highly recommended ya. Rasanya taste international. Alias bukan bolu-bolu lembek biasa. Teksturnya keras kayak kue-kue yang biasa saya makan di Aussie (emang yang bikin juga lulusan Aussie).

8

Trip Batu - Malang (Day 3)

Posted on Tuesday, July 18, 2017

Sudah baca Day 1 dan Day 2 nya belum? kalau belum, monggo di intip dulu...

Day 3

Hari ini adalah hari terakhir kita di Batu. Malam ini kami akan pindah hotel ke kota Malang.

Kalau sudah baca Day 2, maka kalian tau kan kalo jam 3 subuh saya dibangunin sama teriakan "sahur". Nah, kemarin, sebelum berangkat ke Jatim Park 2, saya request ke hotel untuk pindah kamar ke seberang, yang mengarah ke pool. Proses pindahnya gampang banget. Kami packing barang-barang kami, terus tinggal aja di kamar yang lama. Sementara kami jalan-jalan, petugas hotel akan memindahkan barang kami ke kamar yang baru. Setelah kami pulang, barang kami sudah siap di kamar yang baru. Praktis. Super love the service from Singhasari Hotel!

Nah, untungnya kami memutuskan untuk pindah kamar. Kamar yang baru, walaupun adanya cuma yang twin bed, tapi jauuuuuuuh gak berisik. Ya kedengeran sih sayup-sayup, tapi yang pasti gak bikin saya kanget sampe loncat kayak di kamar sebelumnya. Tidur saya lumayan pules lah, sampe akhirnya, seperti biasa, dibangunin Theo jam 6 pagi.

Karena hari itu kami akan pindah hotel, maka pagi hari itu kami semua sibuk packing, breakfast, packing lagi, lalu check-out.

Sebelum breakfast, foto-foto dulu dong... gak ada nih pemandangan kayak gini di Jakarta.

Breakfast menu hari ke-2 sedikit berbeda jenisnya dengan hari pertama. Gak ada rawon super enak-nya, diganti dengan nasi pecel. Tetep sih, semuanya enak =D

Grace dibuatin merak. Buatnya dari tepung pancake.

Proses check out seharusnya cepat, tapi jadi lama gara-gara si sus. Kita sempet bingung sih kenapa lama, katanya masih ngecek barang. Ternyata petugasnya nyariin cangkir sebiji, yang ternyata dipindahin tempatnya sama si sus di bawah kolong lemari. Ya elah sussss, ngapain cangkir diumpetin di bawah kolong segala siiiik.

Tujuan utama kita hari itu adalah Museum Angkut.

Setelah selesai check out, jam baru menujukan pukul 10an. Kata pak supir yang mengantar kami, Museum Angkut bukanya jam 12 siang. So, sebelum kesana kita belanja oleh-oleh dulu di Brawijaya, terus lanjut petik apel di Kusuma Agrowisata. Kebetulan Kusuma Agrowisata letaknya deket banget sama Museum Angkut.

Mobil Innova yang menemani kami selam 3 hari ini
Kusuma Agrowisata 

Di Batu, ada beberapa tempat pemetikan apel. Tapi berhubung kita mau ke Museum Angkut, jadi cari yang lokasinya peling deket aja. Kusuma Agrowisata ini bentuknya hotel dan tempat penanaman buah. Kata papa saya, ternyata saya pernah kesana, bahkan nginep di hotelnya. Saya sih sama sekali gak inget :p

Di Kusuma Agrowisata, ternyata bukan hanya buah apel loh. Kita bisa petik buah naga, strawberry, dan jambu klutuk. Tarifnya beda-beda sesuai dengan paket yang mau kita ambil. Saat itu buah naganya lagi gak musim, jadi pilihannya cuma ada apel, strawberry, atau jambu. Kebetulan saya gak suka jambu, strawberry lokasinya agak jauh jadi tarifnya mahal. Ya sudahlah, kembali ke tujuan utama, petik apel aja.


Ini pintu masuknya. Setelah masuk kami dibagikan teh gelas gratis
Pilihan paket agrowisata dan tarifnya. Anak diatas 90 cm bayar ya.
Kita diantar naik mobil terbuka ke lokasi pemetikan apel. Apelnya berbuah banyaaaaaaaak banget, sampai pada jatuh-jatuh di tanah. Ada juga yang dimakan binatang. Sayang banget ngeliatnya.

Di dalam kebun jalanannya gak rata. Jadi harus hati-hati, terutama yang bawa anak kecil. Beruntung banget kami bawa baby carrier, jadi bisa bebas bergerak. Kalo harus sambil gendong Theo, rasanya serem juga, soalnya saya suka tiba-tiba hilang keseimbangan hahaha *oper Theo ke bapaknya*.

Kami diperbolehkan petik 2 apel per orang untuk dibawa pulang, dan juga boleh makan sepuasnya tapi apel yang sudah mereka petikin. Saya coba, keduanya manis dan seger banget. Theo aja doyan loh. (Setelah sampe di Jakarta saya beli apel malang yang besar, kelihatan enak dari luar, tapi rasanya asemmmmmm. Beda banget sama kami petik langsung).

Kantong kresek di belakang itu bukan sampah ya, itu bawaan kami hahaha

Putih-putih di pohon juga bukan sampah. Itu kantong kertas untuk nutupin apel supaya gak dimakan sama binatang
Ini apel manalagi yang bisa kita makan sepuasnya on the spot. Beda tipe dengan yang kita petik. Rasanya enakan ini sih karena lebih lembut dan lebih manis.

Puas makan apel, kami diantar ke restoran untuk makan pie dan minum jus. Kirain bakal dapet pie apel, ternyata pie coklat, hehe. Enak sih.

Disebelah restoran, ada tempat jual oleh-oleh. Papa nyobain beli sari apel, katanya super manis banget. Saya beli selai strawberry. Selai nya enak :)

Disebelah restoran ada waterpark ini. Waktu saya kesana sepi, blas gak ada yang main. Padahal kelihatannya menarik dan bersih loh.
Itu loh restorannya, dihimpit bangunan putih tinggi dan kolam renang

Seorang dijatah 1 gelas jus dan 2 kue. Gak boleh nambah, hiks...

Dari agrowisata, kami langsung ke Museum Angkut.

Pasar Apung

Sebelum masuk ke museumnya, kami makan siang dulu di Pasar Apung. Pasar Apung ini tempat jual makanan dan souvenir. Mirip-mirip dengan Floating Market yang di Lembang itu deh. Di sini juga ada Museum Topeng, yang mana gak kita datengin karena... yah, males aja sih hahaha.

Lokasi pasar apung ini masih satu lokasi dengan Museum Angkut, persis sebelahan sama museumnya. Sebenarnya, kita akan di arahkan ke Pasar Apung setelah dari museum. Tapi apa boleh buat, perut kami lapar dan harus di isi dulu. 

Sayang, pilihan makanan disini gak banyak. Kami akhirnya makan di restoran Cheng Ho yang menyediakan makanan chinese food dan seafood. Rasanya lumayan sih. Pulangnya kami sempat coba sate ayam dan gorengan yang rasanya gak enak. Jadi kalau mau makan disana, saya recommend Cheng Ho deh.



Banyak yang jualan beginian
Apel dan snack buah. Warna-warninya cantik banget.
Banyak yang jual kaos juga. Harganya murah-murah kok :)
Sate buaya, ada yang mau? Boongan kok, soalnya bukanya besok hahaha

Yukkk, yang lagi pacaran boleh loh foto-foto di love boat

Makanan apa ini? bentuk dan warnanya persis seperti namanya, gatot, alias gagal total hahaha
Ternyata si gatot adalah temennya ongol-ongol

Museum Angkut

Museum angkut ternyata bukan hanya buat display mobil-mobil kuno loh. Tapi ada movie star studionya. Kata papa mama saya sih lebih bagus daripada Universal Studio Singapur (bener gak tuuh?). Manalah tarifnya jauh lebih murah kan. Cuma 80 ribu per orang. Kamera di charge 30 ribu lagi. Worth it banget!

Langsung dilihat yuk foto-fotonya.

Awalnya museum transportasi kuno

Ini loh helikopter milik negara pertama kali yang digunakan oleh presiden kita yang pertama. 

Kayak mainan hahahaha

Wuii, ada alat perang jaman dulu segala loh

Si Tomo moto-moto beginian. Saya sih gak ngerti bagusnya dimana :p

And again...

Lucu yahhh racing car jaman dulu. Bentuknya kayak kaos kaki

Mirip motornya Wolverine deh
Terus ke lantai dua dan masuk ke daerah pesawat terbang. Ada pesawat tempur, video dan foto perkembangan pesawat terbang, dan ada cafenya juga loh! Yang paling seru sih kita bisa masuk ke pesawat kepresidenan. Jadi tau deh isinya pesawat presiden tuh kayak apa.

Pemandangannya cantik banget!
Lucu nih. Apa coba ini? ini adalah wastafel buibuuuk.

Di dalem pesawat RI-1. Meja makannya aja segede gini...

Terus masuk di daerah pecinan dan Jakarta lama

Senangnya pergi bulan puasa. Pengunjung sepi, jadi puas foto-foto di setiap sudut sampe gempor tanpa ada foto yang "bocor" sama pengunjung lain
Ngipas sate om?
Imut banget dah abang yang satu ini
Tumben mesra...
Mo kemana, neng?
Masuk ke dalem adalah daerah mobil-mobil japun.

Abis itu masuk ke daerah mobil dan motor-motor jepang. Motornya gak di foto soalnya udah eneg lihat motor di Jakarta =P




Lanjut ke movie star studio, Gangster Town!


sepiiii

Ada pertunjukan nih. Tokoh-tokohnya banyakan tokoh DC comics dan Marvel. Joged2nya lumayan lama sampe saya lama2 bosen juga :p
Serasa di pelem-pelem gangster
Si anak akhirnya ketiduran juga
Sekarang ke daerah Eropa yuk...

Mari ikuti saya...
dan.. kita tiba di Buckingham Palace. Bukan burem potonya, tapi emang sudah gelap. Ini sekitar jam 5 sore loh.

Ceritanya lagi beli buah di London

Di dalam Buckingham Palace

Foto sama ratu Elizabeth. Lagi serius-serius foto, tau-tau patung si penjaganya gerak. Kaget semua deh. lol
Ternyata isinya mas-mas beneran, bukan patung

Total disana kami dari jam 12 sampai jam 7 malam. Dan itu pun kami sudah lumayan buru-buru dibagian akhir karena anak-anak sudah cranky karena lapar dan kecapekan. Keluar dari sana, kami kembali ke Pasar Apung buat beli makan Theo. Untung banget lho ada yang jual ubi rebus tok. Soalnya makanan yang kami bawa dari pagi ternyata basi.

Grace dan pasukan lainnya beli cemal-cemil di CFC. Papa saya ogah makan disana, katanya pengen makan bakso malang aja di kota malang. Oke dhe.

Jam 7.30 malam kami berangkat ke kota Malang, mampir makan bakso dulu, sebelum ke hotel. Pak supir merekomendasikan Bakso Bakar Pahlawan Trip (Babatrip) di daerah Ijen yang dekat dengan hotel kami. Sayangnya, karena gak tau yang enak apa, kami malah pesan bakso rebus biasa, bukan bakso bakarnya. Rasanya menurut saya kurang enak, huhu..

Seneng yaaa lihat harganyaaa :D

Selesai makan kami langsung menuju hotel. Hotel pilihan saya adalah Ijen Suites Hotel. Reviewnya di next post ya...